Saturday, July 25, 2009

Ya Udah Bistro - Quality is Understatement


Saya pikir tidak ada salahnya mencicipi semangkuk wurst kase salat yang berisi potongan german bratwurst, daun selada segar, ditaburi parutan keju cheddar yang memutih di suatu malam di penghujung minggu.

Saya kira saraf lidah dan tubuh saya sedang meradang untuk sebongkah daging dan lemak hewani yang saripatinya bisa meluncar dalam mulut dan lidah lalu serta merta melepaskan endorphin dan menggantikannya dengan kesenangan saat itu, dan memori yang akan dijadikan acuan nanti.

Sebab bagaimanapun juga ekspektasi sedang bermain main nakal dengan sejumput kenangan yang menyenangkan. Di masanya, pernah saya mendapati sepiring steak lengkap dengan siraman mushroom sauce yang sungguh menggelitik lidah. Belum terhitung sarapan pagi yang mengenyangkan dan menggembirakan. Hash brown dan scramble egg yang hangat ditemani foccacia bread yang menguarkan harum dedaunan segar, dilengkapi dengan secangkir kopi atau teh panas.

Lalu, apakah semua itu ingin membuat saya kembali?

Saya lebih rindu akan deru ceiling fan berdebu dan kursi rotan anyam yang ringan sebab rangkanya cukup dari besi tirus saja. Saya lebih nyaman duduk di tengah pengunjung yang juga bersantai dan sibuk dengan urusannya masing masing, lalu saya bisa mengamati mereka dari sudut dimana saya duduk. Dengan para pelayan yang terlatih dan bersahabat dengan tamu tamunya. Saya mengira waktu bisa berkompromi untuk berhenti sejenak lalu membekukannya dalam kesenangan.

Jika kini ia bermetamorfosa di sebuah tempat yang lebih luas dengan inner courtyard, kursi dan meja yang sama, seragam yang sama, lalu pantaskah saya berceloteh tentang terampasnya suasana dan kenangan yang pernah hadir dulu? Jika kini bongkahan daging yang hadir di depan mata ternyata terlalu kering dan asam, apa yang bisa digugat dari semua itu?

Saya pikir sejumput kenangan bisa tinggal tetap walau hanya secuil...

#Reason num 27 why you should visit Ya Udah#

0 comments: